Sabtu, 04 Agustus 2012

Ketika Pacar Menjadi Mantan

Diposting oleh Brilyan Mamori di Sabtu, Agustus 04, 2012
Menurut lo gimana? 
Gue lagi asik ngelanjutin bacaan gue semalem. Bukunya Bang Radith yang Marmut Merah Jambu. Dan, begitu nyampe di chapter terakhir gue ketemu percakapan antara abang dan pacarnya. Gini nih percakapannya:

Pacarnya Abang (PA) : " Kalo kamu jadi binatang, kira-kira jadi binatang apa ya?"

Bang Radith (BR) : " Koala kali, ya"

PA : " Bener tuh! Kamu koala banget. Kamu kan mukanya ngantukkan, terus males gerak kemana-mana. Kalo aku kira-kira apa?"

BR : "Kamu singa"

BR : "Singa pemakan koala"

PA : (ngeliat ke mata BR dan ngomong dengan sungguh-sungguh) " Kita bakal kayak gini terus kan?"

BR : " Aku pingin kita kayak gini terus" (lalu BR mempererat genggaman tangannya.


Terlepas dari gue menulis ulang percakapan ini pake sudut pandang orang ketiga dan ada beberapa yang diedit, gue kayak kena tamparan halus setelah ngebaca bagian ini.

Gue mikir, kalimat-kalimat pengharapan kayak di akhir percakapan di atas pasti sering kita alami saat kita sedang menjalani hubungan cinta. Kita berharap apa yang sedang kita lalu dengan kekasih waktu itu, bisa berlangsung selamanya.

Tapi, seperti juga pacarnya Bang Radith yang sekarang udah beda, bukan orang yang sama kayak di buku ini, bisa jadi kita juga mengalami perubahan pacar. Alias putus dengan pacar yang satu dan mendapatkan penggantinya. Seperti hal-hal lain dalam kehidupan kita, yang pasti sewaktu-waktu bisa berganti. Pacaran juga termasuk ke dalam hal yang bisa saja (kalo bahasa sasaknya tuh, probably) berubah.

Tapi, kebanyakan kita selalu berharap bahwa pacar kita kali ini adalah untuk selamanya (apalagi kalo yang umurnya udah siap kawin, eh, nikah). Bahkan kadang, saking pinginnya sama pacar yang ini terus, kita lupa bahwa waktu punya jalannya sendiri. Dan ketika takdir tidak mengizinkan kita dan pacar kita itu bersama lagi, yang terjadi kita stuck di satu orang dan nggak bisa ngeliat di luar sana masih banyak orang lain. Alias gagal move on.

Mungkin alasan kalian, udah terlanjur sayang banget. Tapi, karena alesan itu kita bisa jadi orang freak yang penuh dengan keegoisan. Orang yang merasa pendapatnya paling benar, yaitu dia harus terus bersama pacar nya itu (yang udah jadi mantan -.-"). Padahal itu sama sekali nggak ada manfaat nya menurut gue. Karena seperti di postingan gue yang "4 Alasan Kenapa Orang Seharusnya Nggak Balikan", kita seharusnya membuka hati ketika pacar yang udah terlanjur kita sayang banget berubah status menjadi mantan.

Sesungguhnya, seperti kata Kak Arief, pacar adalah mantan yang tertunda.

So, ketika harapan lo yang nggak pingin pisah sama pacar lo terbentur takdir, ikhlaskanlah. Buka hati lo. Karena seperti kalimat bijak di postingan gue yang sebelumnya, " jalan yang kamu yakini kebenarannya, bisa saja membawamu ke tujuan berbeda yang lebih baik"






PS : Pesan di atas khusus buat jomblo karena putus cinta, bukan buat jomblo dari lahir. Buat lo jomblo-jomblo yang belum pernah pacaran, dan pingin punya pacar, saran gue jangan buka hati lo. Tapi buka muka. Ganti yang baru. Mungkin ada yang salah di sana :D

Salam Hangat untuk Para Jomblo di Luar sana


Brilyan

0 Pikiran Orang Tentang Ini:

Posting Komentar

 

Brilyan's Journal Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos